Artikel 1

Di kaki perbukitan yang hijau, terhampar sebuah desa kecil bernama Desa Berkah. Namanya bukan sekadar sebutan, melainkan doa dan keyakinan yang telah hidup ratusan tahun di hati warganya. Di desa ini, udara segar pagi hari selalu menyapa dengan aroma tanah basah dan wangi bunga liar. Burung-burung bernyanyi, menyambut matahari yang perlahan muncul dari balik puncak bukit.

Desa Berkah dikenal sebagai tempat di mana alam dan manusia hidup dalam harmoni. Sawah-sawah hijau menghampar sejauh mata memandang, dialiri air jernih dari mata air pegunungan. Setiap musim panen, hasil bumi melimpah seakan alam ikut memberi restu. Warga desa hidup sederhana, namun hati mereka kaya akan kebersamaan.

Di tengah desa, terdapat sebuah pasar tradisional yang selalu ramai. Bukan hanya tempat jual beli, pasar ini adalah pusat cerita, tawa, dan silaturahmi. Anak-anak berlarian di jalanan kecil, sementara para orang tua duduk di teras rumah, bercengkerama sambil menyeruput kopi hangat.

Yang membuat Desa Berkah istimewa bukan hanya alamnya, tapi juga nilai-nilai yang dipegang teguh: gotong royong, saling membantu, dan rasa syukur yang tak pernah pudar. Bagi siapa pun yang datang, Desa Berkah bukan sekadar tempat singgah, melainkan rumah yang menyentuh hati.

Desa Berkah—sebuah surga kecil di bumi, di mana berkah bukan hanya nama, tapi nyata terasa di setiap napas kehidupan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top